| |
|
WAJAH PERADABAN BARAT
Dari Hegemoni Kristen ke Dominasi Sekular-Liberal
Penulis:
ADIAN HUSAINI, MA
Isi :
hal. Hard Cover
Penerbit: Gema Insani
Harga resmi: Rp
97.900,-
Harga di Cordova: Rp 83.125,-
Ongkos kirim Rp 5.000,- untuk ke
Jabotabek. Wilayah
lain konfirmasi dulu
Cara
Pemesanan
SINOPSIS:
"Buku terbaru dari cendekiawan muda ini,
seperti karya-karyanya yang lain yang sempat saya baca dengan penuh
minat, ditulis dengan rasa keprihatinan atau concern yang amat mendalam
terntang pelbagai tantangan yang dihadapi umat Islam, khususnya di
negara Islam terbesar, Indonesia... dalam bahasa Melayu --baik di
Malaysia, Brunei, Singapura dan Indonesia-- hampir tidak terdapat karya
asli yang manayangkan begitu banyak fakta dari pelbagai sumber yang
serius dan yang popular, seperti yang diusahakan oleh Adian Husaini."
(PROF. DR. WAN MOHD NOR WAN DAUD, Guru Besar Tamu Institut Alam dan
Tamadun Malaysia -ATMA, Universiti Kebangsaan Malaysia).
"Dalam beberapa tahun terakhir dunia internasional diwarnai oleh
berbagai pergolakan yang sebagian besar jika tak bisa dibilang semuanya
bersumber pada kekerasan politik dan politik kekerasan yang dikembangkan
pemerintahan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden George W.
Bush. Sejatinya, ketegangan AS-Dunia Islam lebih banyak disebabkan
karena kebijakan rezim Bush yang selalu mengidentikkan Islam dengan
terorisme. Buku yang ditulis Adian Husaini, salah seorang penulis muda
Islam yang sangat produktif ini, membeberkan dengan sangat jelas dan
rinci perihal akar-akar ideologis permusuhan terhadap Islam, yang dalam
beberapa tahun terakhir dikembangkan oleh rezim Bush di AS."
(RIZA SIHBUDI, Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia).
"Buku ini memberi paduan yang berguna untuk memahami akar-akar perbedaan
antara kosmologi Islam dan Barat serta kemungkinan menyodorkan
alternatif Islam bagi krisis kesejagatan. Dari sini tampak jelas, Adian
Huseini adalah sedikit dari pemikir muda Islam yang memahami 'oksidentalisme'
secara luas, dengan keberaniannya untuk mengambil posisi pemikiran yang
tidak populer di tengah arus-utama cendekiawan Muslim yang cenderung
membenarkan paham-paham yang kuat, meski belum tentu benar."
(DR. YUDI LATIF, Ahli Sosiologi-Politik LIPI). |
|
|